Ratusan pelajar SMP Negeri 2 Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan mendapat pembekalan mengenai risiko pernikahan dini.
Edukasi ini diberikan untuk membangun kesadaran siswa agar tidak terburu-buru memasuki jenjang pernikahan saat masih berada di usia sekolah.
Sosialisasi digelar Tim Kelompok Kerja (Pokja) PKK Kecamatan Martapura Barat, Senin (3/8/2026).
Materi yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan dampak pernikahan anak, tetapi juga kesehatan reproduksi dan pentingnya melanjutkan pendidikan.
Ketua Pokja PKK Kecamatan Martapura Barat, Masdinah, mengatakan keputusan menikah di usia terlalu muda dapat menimbulkan persoalan yang tidak sederhana.
Baca juga: Kecelakaan Maut Rombongan Mahasiswa KKN di Tanahbumbu, ULM Urai Kronologi: Mereka ke Acara Sunatan
Baca juga: Kesaksian Sopir Ambulans Evakuasi Kecelakaan Maut Mahasiswa KKN di Tanahbumbu: 6 Meninggal di Tempat
Selain kesiapan mental yang belum matang, pasangan yang menikah muda juga harus menghadapi konsekuensi kesehatan dan ekonomi.
Masdinah menjelaskan, kehamilan pada usia remaja memiliki risiko kesehatan yang lebih besar bagi ibu maupun bayi. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan potensi munculnya masalah kesehatan pada anak, termasuk stunting.
Karena itu, Masdinah mengajak para pelajar untuk memanfaatkan masa remaja dengan belajar dan mengembangkan kemampuan diri.
“Usia remaja adalah masa untuk belajar, mengejar cita-cita, dan mengembangkan potensi diri, bukan untuk dibebani oleh tanggung jawab rumah tangga yang belum waktunya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak berdiskusi secara interaktif mengenai berbagai konsekuensi pernikahan dini.
Mereka juga mendapatkan pemahaman tentang cara menjaga kesehatan reproduksi serta pentingnya membuat perencanaan masa depan.
Menurut Masdinah, pendidikan menjadi salah satu modal penting bagi remaja untuk mempersiapkan kehidupan mereka di masa mendatang. Karena itu, pelajar didorong untuk menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan besar terkait kehidupan berkeluarga.
Kepala SMP Negeri 2 Martapura Barat, Neneng Putri Sari Ramadhan, menyambut baik edukasi yang diberikan kepada anak didiknya.
Ia menilai pemahaman mengenai risiko pernikahan dini perlu diberikan sejak bangku sekolah agar siswa memiliki bekal dalam menghadapi berbagai pengaruh lingkungan dan pergaulan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Pokja PKK Kecamatan Martapura Barat yang telah memberikan edukasi kepada peserta didik kami,” ujarnya.
