Teluk Selong Ulu, 9 Juli 2026 – Pemerintah Desa Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat, melaksanakan Rembuk Stunting Tingkat Desa sebagai bagian dari upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui perencanaan pembangunan desa yang terintegrasi. Kegiatan ini menjadi forum musyawarah untuk menyepakati program dan kegiatan prioritas dalam mendukung konvergensi percepatan penurunan stunting di tingkat desa.
Kegiatan dihadiri oleh Pemerintah Desa Teluk Selong Ulu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, kader pembangunan manusia, tenaga kesehatan, pendamping desa, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Hadir sebagai narasumber Tenaga Ahli (TA) Kabupaten, yang menyampaikan materi mengenai pentingnya konvergensi program penanganan stunting, peran pemerintah desa dalam mendukung kebijakan nasional, serta strategi pelaksanaan intervensi spesifik dan intervensi sensitif secara terpadu.
Pemerintah desa berkomitmen untuk mendukung berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, perbaikan sanitasi, serta penguatan edukasi kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut juga dipaparkan Laporan Konvergensi Pencegahan Stunting Desa Teluk Selong Ulu Tahun 2026. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah remaja putri di desa tercatat sebanyak 56 orang, jumlah bayi dan balita usia 0–59 bulan sebanyak 102 orang, serta jumlah ibu hamil sebanyak 6 orang. Sementara itu, berdasarkan hasil pendataan bulan Juni 2026, terdapat 12 anak yang terindikasi stunting dan menjadi sasaran prioritas dalam pelaksanaan berbagai program pendampingan dan intervensi.
Melalui forum rembuk ini, peserta melakukan pembahasan terhadap kondisi tersebut, mengidentifikasi berbagai faktor penyebab yang berpotensi memengaruhi terjadinya stunting, serta menyusun rencana tindak lanjut yang akan diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan desa. Beberapa usulan program prioritas meliputi peningkatan pelayanan Posyandu, edukasi gizi bagi keluarga, pemantauan tumbuh kembang balita, pemberian makanan tambahan bagi kelompok sasaran, peningkatan kualitas sanitasi lingkungan, serta penguatan peran kader dalam melakukan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting.
Narasumber dari Tenaga Ahli Kabupaten juga menekankan pentingnya pemanfaatan data sebagai dasar penyusunan program agar setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran. Selain itu, sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam keberhasilan percepatan penurunan angka stunting.
Melalui pelaksanaan Rembuk Stunting Tingkat Desa ini, Pemerintah Desa Teluk Selong Ulu berharap seluruh hasil kesepakatan dapat menjadi pedoman dalam penyusunan program pembangunan desa sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Dengan kerja sama seluruh elemen desa, diharapkan angka stunting dapat terus ditekan sehingga tercipta generasi Teluk Selong Ulu yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
, pendidikan kesehatan, dan program parenting sebagai upaya meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak.
Melalui pelaksanaan Rembuk Stunting Tingkat Desa ini, diharapkan tercipta kesepakatan bersama dalam menyusun langkah-langkah nyata untuk mencegah lahirnya kasus stunting baru sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh elemen desa menjadi modal utama dalam mewujudkan generasi Desa Teluk Selong Ulu yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
